Pada
bab ini kita akan bahas kasus khusus pada gerak rotasi.
Untuk
kondisi dimana momen inersia dari suatu benda adalah tetap, maka persamaan
gerak rotasi benda tersebut bisa dirumuskan sebagai
\bar{\tau}=I\bar{\alpha}
dimana \bar{\alpha} ini yang biasa disebut
sebagai percepatan sudut, yakni
seberapa besar perubahan kecepatan sudut tiap satu satuan waktu atau dirumuskan
kedalam bentuk
\bar{\alpha}=\frac{d\bar{\omega}}{dt}
Satuan
dari percepatan sudut ini adalah radian/detik^2. Selebihnya, hubungan
percepatan dan kecepatan sudut tiap waktunya mirip dengan hubungan percepatan
dan kecepatan pada gerak translasi.
Sebagai
contoh, untuk kondisi percepatan sudut yang tetap, maka kecepatan sudut sebagai
fungsi waktu bisa dirumuskan sebagai
dengan \bar{\omega}_0 adalah kecepatan sudut
mula-mula.
Sekarang
kita coba bahas satu contoh dinamika gerak rotasi sederhana.
Ada
sebuah katrol berbentuk silinder dengan jari-jari dan massa . Katrol tersebut digantung
pada dinding dan dililitkan untuk kemudian diikatkan pada suatu beban yang kemudian dilepas bebas, seperti pada Gambar 1.
lalu
bagaimana kita meninjau persamaan gerak untuk gerakan beban dan gerak rotasi
dari katrol?
Secara
prinspi, kita perlu mengetahui gaya apa saja yang bekerja pada beban dan
katrol, kita coba buat diagram bebas untuk system beban dan katrol seperti pada
Gambar 2.
Dari
diagram bebas pada Gambar 2,
terdapat beberapa gaya yang mempengaruhi
gerak rotasi katrol dan gerak translasi beban.
Untuk
gerakan katrol, pada arah vertikal, ada gaya T_1, T_2 dan mg yang mana gaya ini sama besar sehingga katrol
tidak bergerak ke atas atau ke bawah, bisa dirumuskan menjadi:
\Sigma F_y = T_1 - T_2 - mg = 0
Sedangkan
untuk gerakan rotasi dari katrol, ada torka dari T_2 yang menyebabkan katrol bergerak rotasi
beralawan dengan arah jarum jam, sehingga bisa dirumuskan menjadi:
\Sigma \tau = T_2 r = I \alpha
yang
mana momen inersia untuk katrol adalah I = \frac{1}{2}mr^2.
Kemudian
untuk gerakan beban, gerakan yang terjadi adalah gerakan translasi saja tanpa
rotasi (mengapa?).
Sehingga
bisa kita rumuskan persamaan gerak untuk beban sebagai:
\Sigma F_y =Mg - T_2 = Ma_y
Karena
tali dililitkan pada katrol, maka memungkinkan gerakan katrol dan tali adalah
tanpa slip. Tanpa slip mengindikasikan gerakan translasi beban akan sesuai
dengan gerakan rotasi katrol, atau dengan kata lain
\alpha r = a_y
Nah,
dari beberapa perumusan tersebut, kita bisa dapatkan seberapa besar percepatan
gerak translasi beban dan gerak rotasi katrol.
a_y = g (\frac{M}{M+m/2}),
\alpha = \frac{g}{r} (\frac{M}{M+m/2}).
Dari
hasil percepatan translasi beban dan percepatan rotasi beban kita bisa
memprediksi seberapa cepat beban pada suatu rentang waktu tertentu dan seberapa
jauh beban bergerak dan lainnya sesuia dengan kebutuhan, dengan menggunakan
konsep kinematika gerak yang telah kita bahas sebelumnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar